Tampilkan posting dengan label Puisi. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Puisi. Tampilkan semua posting

Memilih Adalah Satu Pendidikan Hidup

Trimuda Reog | 20.22 | 0 komentar
Di Antara Dua
Di antara dua, aku harus memilih
Entah satu baik atau buruk
Aku tak bisa berdiri di antara keduanya
Dan aku menentukannya

Di antara dua, aku harus masuk
Entah satu mudah atau sulit
Aku tak bisa bergelut di antara keduanya
Dan aku meratapinya

Di antara dua,aku harus berjuang
Entah satu manis atau pahit
Aku tak berhenti meraih satunya
Dan aku tak ingin kalah



By: cah ndeso ngebel



Keyword: puisi tentang pendidikan, tentang pilihan, puisi terbaru, puisi aneh, puisi nyleneh, puisi gombal, puisi edan

Pelajar Indonesia Bahasa Bangsaku

Trimuda Reog | 20.15 | 2komentar
tema pendidikan
Untukmu penerus bangsa
Untukmu tiangnya Negara
Untukmu penerus pundak-pundak yang telah lapuk

Dengar, dengar, dengarlah isi tulisan ini
Hanya kepadamu harapan ku sandangkan
Hanya kepadamu cita- cita dipertaruhkan

Tak ada sesuatu yang tak mungkin bagimu
Bangkitlah melawan arus yang terus mendera
Kuasailah dirimu dengan sikap optimis
Paculah laju kudamu sekencang-kencangnya
Lawanlah bebatuan terjal yang mengusik di jalanan
Ingat, Engkau adalah harapan, engkau adalah masa depan

Masa depan ada di tanganmu
Harapan terpendam ada di pundakmu
Nasib bangsa engkau yang menentukan 



By: trimudareog





Keyword: puisi pendidikan, puisi tema pendidikan, puisi sekolah, puisi pelajar, puisi siswa, puisiku, puisi keren, puisi terbaru puisi top, puisi, contoh puisi

Mejiku Hibiniu Guruku (Puisi Pendidikan)

Trimuda Reog | 20.08 | 0 komentar

puisi tentang pendidikan
Dia…
Dia yang mengajariku selama ini
Dia yang  menjadikanku seperti ini
Dia yang rela dititipkan seorang aku..
Benda kosong melompong yang saat itu hanya penuh nafsu..

Lalu…
Ia anggap diriku layaknya selembar kertas putih
Dilukisnya warna-warna damai nan berarti
Putih, agar diriku berpikiran jernih
Emas, agar diriku bersinar cerah
Dan merah, agar hatiku penuh dengan semangat yang membara

Dan kini aku pun mengerti…
Dirinya yang telah membuat diriku penuh isi
Yang membuatku mengerti, bahwa hidup itu untuk dijalani
Dan yang membuatku bahagia memiliki warna-warna pelangi

Suatu saat nanti, aku akan kembali padanya..
Membalas budinya..
Melukiskan beribu pelangi yang pantas ia banggakan

Jasanya untukku takkan pernah tergantikan
Ku ucapkan terimakasih untukmu, pelita hatiku
Ku ucapkan terimakasih untukmu..






Keyword: puisi tentang guru, puisi pendidikan, puisi tema pendidikan, puisi dan pendidikan, pendidikan, puisi sekolah, puisi untuk guru, puisi guruku, puisi pahlawanku

Mimpi Dibalik Sore

Trimuda Reog | 14.33 | 0 komentar


puisi impianMentari perlahan, merubah rona menjadi kemerahan

 Tak lagi angkuh teriknya, tertata menawan angkasa

 Seolah terluput, gelisah kepak burung menuju pulang

 Ada kerinduannya, yang ia selipkan diantara ranting cemara




 Aku disini, berdiri, sendirian, tersenyum tanpa arti

 Jemari yang kuselipkan, tak kuat lagi menggapai anganku

 Masih seperti kemarin, kuhabiskan senja di bukit batu ini

 Hamparan didepanku, terlampau luas, tuk mengantar impianku


Aku ingin merubah mimpi, mimpi tentang mentari di hari esok

 Meski aku tahu, mimpi itu hanya akan lunas dengan rupiahku

 Namun aku hanya mampu menarik napas dalam, teramat dalam

 Masih adakah impian yang tersisa, diantara hamparan jerami didepanku?

Untuk Engkau Yang Sedang Menunggu Cinta

Trimuda Reog | 01.07 | 2komentar
aku tak bermaksud melukaimu
hanya aku takut terluka

bila yang kau sebut itu cinta
biarkan aku menalar tentang cinta
hingga hilang nalarku

bila cinta seperti kupu-kupu
yang apabila tambah dikejar tambah lari
dan bila kau biarkan dia terbang,
dia akan datang saat kau tidak mengharapkannya
dan bila aku adalah kupu-kupu,
kau masih punya kupu-kupu indah terbang di surgamu

gadis,
kau datang saat pintu hatiku terkunci
saat hatiku utuh kembali
saat hatiku tertutup untuk cinta

tak ada yang boleh menyakiti hatimu tanpa seizinmu,
dan kau tak punya izin untuk menyakitinya,

indah bila purnama bersinar malam hari
indah bila pelangi melukis dirinya siang hari
indah bila cinta datang pada waktunya

bila kau menjadi benci akan semua ini,
cintakulah yang pantas kau benci,

kau terlihat cantik
dan kau menawan saat kau jalani hidup apa adanya

aku takkan membencimu
begitu juga kuharap padamu
anggaplah rasa itu menipumu

semoga kau dapatkan apa yang kaucari

I do not blame love, but I blame myself who can not appreciate love WAHAI SAHABAT


Ku Ingin Melupakan

Trimuda Reog | 01.55 | 2komentar

Ya Tuhan..
Mengapa semua jadi seperti ini..
Aku yang sudah menyayangi’nya sepenuh hati..
Dengan separuh jiwa..
Tetapi sekarang semua itu kembali menjadi sebuah mimpi..

Tuhan..
Mengapa kau renggut kebahagiaan ku dulu..
Sekarang sudah tiada lagi senyuman-senyuman itu..
Yang dulu pernah mewarnai hari-hari ku..

Tuhan..
Sesungguh’nya di hati ku yang paling dalam..
Masih tersimpan dengan baik nama’nya..
Mengapa senyuman yang terukir indah di wajah ku dulu..
Sekarang berubah menjadi tangisan yang begitu sakit kurasa..
Apakah sudah tak ada kesempatan itu untuk ku..??
Kenangan-kenangan indah yang dulu kurasa..
Kini hanya sebuah kenangan..

Tuhan tolong..
Bantu aku untuk melupakan’nya..
Aku lelah dengan semua ini..
Aku lelah untuk selalu memikirkan’nya..
Mengapa aku harus memiliki perasaan ini ..??
Bila memang Kau tak mengizinkan ku untuk bersama’nya..
Tolong aku untuk bisa melupakan’nya..






Dear Ibunda Tersayang

Trimuda Reog | 22.38 | 0 komentar
Berharap langit tak pernah hujan,
Mengharap malam tak pernah dingin
Saat ingat semua jiwa raga ini
Telah engkau jaga dan rawat

Berharap siang selalu hangat
Berharap tidur tak selalu mimpi buruk
Dan semua itu belum pernah
Dapat kuberikan untukmu ibunda

Hati ini serasa tersayat seribu duri
Mata ini seakan tergores sejuta pisau
Kala merasakan anakmu yang egois
Saat melihat anakmu sedang tertatih

Ibu ....
Andaikan aku bisa memohon,
Tak akan aku mau dilahirkan di dunia ini
Jika ternyata aku belum bisa membahagiakanmu
Dan ternyata dengan sabar engkau merawatku

Selama sembilan bulan aku bersemayam
Dirahimmu yang kokoh itu
Tanpa pernah engkau mengeluh
Tyada pernah engkau letih

Ibunda ....
Sampai kapan aku harus membebanimu?
Sampai kapan aku tidak bisa membalas budimu?
Mungkin sampai gunung beterbangan sampai darat menjadi lautan
Takkan pernah aku mampu membalas jasamu

Ibu. ..
Maafkan anakmu ini .....karna belum membuatmu bangga
Dunia akan bersaksi bahwa aku tidak akan pernah berhenti mewujudkan impianmu
Langit tak akan tidur melihatku yang menangis akan sakitmu




Tags : Puisi untuk ibu, buisi ibunda, puisi ibu, puisi tentang ibu, bait untuk ibu

Senandung Sandaran Dan Harapan

Trimuda Reog | 23.34 | 7komentar
Harapan dan Sandaran
Ketika semua gelap
segala upaya telah dilakukan
otak lelah diperas habis-habisan
kerja keras hingga kaki terasa menjadi tangan
dan tangan terasa menjadi kaki
Tapi hasil tak kunjung bersemi,
secercah harap tak juga mengunjungi,
semua terasa sia-sia,
dan kehancuran terasa di depan mata.
Disitulah iman kita dicoba,
tidak akan berputus asa
atas rahmat yang Allah yang Mahakuasa
kecuali orang-orang yang imannya sirna.
Teguh berharap rahmat Allah yang esa
bagi orang yang imannya tertancap kuat di dada

Kalau kita benar beriman
Allah adalah sandaran
tempat mengadu dan memohon pertolongan
tempat menentramkan kekhawatiran akan masa depan
karena Dia adalah Mahatahu
pengetahuannya tidak dibatasi oleh waktu
tak satu peristiwa-pun luput dari-Nya
kekuasaan-Nya adalah jaminan masa depan kita.
sepanjang kita tetap berada di jalan-Nya
dan tidak membangkang perintah-Nya.
Tak ada yang perlu ditakutkan
tak ada yang perlu disedihkan
karena Dia-lah penjaga paling perkasa.
dan penjamin yang paling terpercaya.

Cinta Itu Kamu

Trimuda Reog | 00.21 | 2komentar
Cintaku ini merasuk Kedalam Sendi Tubuhku..
Cintaku ini Menusuk kedalam Hatimu, Hingga engkau Tak Sanggup Lagi Berpindah ke lain Hati
Dengarlah kasih Ku Mencintaimu..
Selamanya Akan ku jaga Kelopak Cinta Mu..
Kelopak Yang makin Hari makin, membesar Menebus seluruh nadiku
Sampai sampai aku tak bisa bernafas tanpamu

Jikahati adalah istana,
Cinta adalah singgasana,
Ketulusan ialah mahkota,
Kesetiaan ialah piala terindah
Dan senyum seorang kekasih adalah tahta,
Serta kejujuran & kepercayaan adalah pusaka..!
 
Cinta bagaikan air laut yang mengisi sebagian isi bumi…
Memberi banyak kehidupan..
Membuat orang ingin tahu..
Dan tiap orang pasti mengalami cinta..

Cinta itu keikhlasan..
Cinta itu kemauan..
Cinta itu saling mengerti..
Cinta itu indah jika kita bisa menempatkannya pada tempat terbaik dalam hati.. 

Jadikan cinta itu indah dihatimu..
Karena cinta bisa seindah yang kau mau
Dalam segala kurang dan lebihmu
Dalam pintaku pada-NYA terselip namamu yang selalu kurindu

Ragaku Menantimu

Trimuda Reog | 21.18 | 0 komentar
Meskipun raga ini terluka…
Tetapi rasa terus ingin bertahan
Pada cinta dan keyakinan
Akan keindahan , kebahagiaan

Walau ku tahu ..
Hanyalah fatamorgana
Sebagai keinginan yang tlah patah
Kau buat aku terus menanti
Tanpa ada kepastian
Seperti mimpi merindukan nyata
Walaupun ada , pasti kan berbeda
Dan meluruhkan rasa keinginan

Tak pernah kah kau merasa..
Bahwa cinta dan kesetiaanku
Hanya untukmu , selalu menyala..
Walaupun godaan dan kesunyian
Tak pernah sepi dari hatiku ,
Karena keyakinanku ..
Kesetiaan pada satu cinta
Adalah hal yang terindah dalam hidup

Bilakah suatu saat nanti…
Pintu hatimu akan terbuka untuk cintaku
Yang tak lagi ada keraguan
Dan tak lagi ada perpisahan
Sehingga impian kebahagiaan
Akan menjadi nyata

Meskipun raga ini terluka…
Namun hati takkan berhenti berharap
Pada cinta , dengan kesetiaan
Walaupun ku tahu…Hanya fatamorgana

Bait Puisi Untuk Ibu

Trimuda Reog | 13.05 | 1komentar

Dentang nafasmu menyeruak hari hingga senja
Tak ada lelah menggores diwajah ayumu
Tak ada sesal kala semua harus kau lalui
Langkah itu terus berjalan untuk kami
Dua buah hatimu ...

Desah mimpimu berlari mengejar bintang
Berharap kami jadi mutiara terindahmu
Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi
Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami
Mengurai senyum di setiap langkah kami
Mendera do’a disetiap detik nafas kami

Ibu ... kau permata dan berlian dihati kami
Relung hatimu begitu indah
Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya
Derai air matamu menguntai sebuah harap
Disetiap sholat malammu

Ibu ...
Kami hanya ingin menjadi sebuah impian nyata untukmu
Memikul semua mimpimu dalam pundak kami

Ibu ...
Jangan benci kami
Jika kami membuatmu menangis

Puisi Terindah

Trimuda Reog | 12.27 | 0 komentar
menggapai
membiru semburat kasih
membeku menatap bara
tanpa arti, tanpa mimpi
menerawang tanpa rasa..

mendaki hingga tepi

terjatuh tersungkur tak pasti
hingga terpana
terlekat dalam benak....

Aku cinta kamu


memejamkan mata

enyah lah barang sejenak
biarkan terlena sesaat, biarkan tanpa bayang mu sejenak
sapa lah aku dalam tidurku, senyumlah dalam mimpiku

biarkan esok hari...

dapat kupandang wajahmu...
kau puisiku kau imajiku
berseri...terindah ..dalam hidupku

Hitam Atau Putih

Trimuda Reog | 22.04 | 0 komentar
Saat itu kau tersenyum
Telah kau sambut perasaan ini
Dan gelap malamku telah kau terangi
Kini pagi kian sejuk dengan suaramu
Tiap hembusan nafas bisa kurasakan detak hatiku
Ada kamu di sana
Sungguh aku memujamu

Ku tuangkan semuanya dalam lagu dan puisi
sampai kapanpun kisahnya takkan pernah berubah

Datanglah hari yang ku takutkan
Ketika cinta ini diuji dan keyakinan kita goyah
Aku terperangkap di dunia lain
Dunia yang tak pernah ku tahu apakah hitam atau putih
Ku jalani hari-hari disana dan akupun berubah
Aku butuh kamu saat itu
Namun aku ragu
Apakah cinta kita tetap kau pegang teguh
Atau telah sirna sejak aku bukan diriku
Kucari jawaban itu
Keyakinanku pun kian menipis
Kita berpisah…mungkin itu jalan yang terbaik

Waktu demi waktu
Semua itu menyadarkanku akan betapa kau begitu berarti
Bagai air yang tak mungkin bumi hidup tanpanya
Atau pohon yang memberi kita udara
Aku butuh kamu

Ku coba raih lagi cinta itu
Namun cerita indah sulit sekali tertulis untuk kedua kali
Begitu banyak rintangan yang datang atau pergi meninggalkan galau di hati
Kadang aku duduk menanti di ujung fajar
Kau malah bergandengan tangan menatap senja
Lalu kau mencariku di pagi buta
Kau harap fajar masih menunggu
Aku malah memeluk bayangan lain sesaat sebelum kau tiba

Puisi Tentang Pendidikan

Trimuda Reog | 16.59 | 3komentar
Puisi pendidikan/ puisi tentang pendidikan merupakan suatu karya yang harus dibaca oleh anak bangsa. Karena belajar itu tidak harus di bangku sekolahan, belajar itu tidak harus dihadapan guru kita, belajar tidak harus berseragam berdasi, belajar tidak harus besepatu mengkilap. 

Puisi pendidikan=รจ harus dimiliki, kenapa saya sebut puisi pendidikan? Karena pendidikan itu ibarat puisi yang tidak harus berlutut dengan tata bahasa indonesia, harus tunduk dengan kalimat aktif, pasif, perintah dan lain sebagainya. 




Puisi tentang pendidikan--- pendidikan itu fleksibel layaknya puisi, bebas bersastra, bebas bercerita, bebas berimajinasi, bebas berkarya seni. Pendidikan tidak mengikat, pendidikan itu puisinya anak bangsa, bebas, memberikan kenyamanan, memberikan wawasan, memberikan kedamaian, memberikan penyejuk hati itulah pendidikan.  

Puisi pendidikan merupakan ilmu yang tidak wajib kita pelajari, akan tetapi itu sangat bermanfaat bagi kita. Salah satunya mengasah kita menulis, mengasah otak kita berimajinasi, melatih otak kanan berperan dalam pemikiran kita.

Pendidikan itu seharusnya tidak memaksa, seandainya kita sebagai pendidik sebaiknya kita bisa masuk dalam hidup anak didik kita. Kita harus bisa menyelam dalam kehidupan anak-anak jika kita mengajar anak. Kita harus masuk dalam dunia remaja jika kita ingin mendidiknya tanpa melupakan tujuan mendidik. Nah, kurasa itu akan sangat efektif.

Sekian tulisan ini dibuat semata-mata untuk menembak kata kunci. Mohon maaf jika banyak kekurangan.











Created by: cah ngebel, trimudareog
Puisi pendidikan, puisi tentang pendidikan, puisi itu pendidikan, pendidikan itu puisi, puisinya pendidikan, berpendidikan lewat puisi, pendidikan dengan puisi

Puisi Itu Pendidikan

Trimuda Reog | 19.23 | 2komentar

Pena ini lapar
Mencari kata yang ingin diperkosa
Pena ini mabuk
Di helai tipis sebuah kertas
Pena ini bingung
Menulis kata-kata tersirat
Yang semestinya dapat dipahami dan dimengerti
Coretan ini lemah, tak berarti


Mencari alas untuk merangkai
Mencari benang untuk dirajut
Anganku bisu tiada ujung
Bahasaku pilu tak tertata
Kata-kataku hilang entah kemana

Berharap bisa bersastra
Berharap bisa berpuisi
Mencari kalimat yang sesuai
Namun semu tulisan ini tiada arti

Berharap sebuah wawasan
Berharap pendidikan
Namun tiada setetes air dari laut ku dapat
Tiada Inspirasi yang kutemui
Hanya tulisan tak bermakna ini ku belajar
Hanya coretan ini ladang pendidikanku



By : cah ngebel

Kata kunci yang masuk :  Puisi, puisi pendidikan, tentang pendidikan,
 puisiku, kumpulan puisi 2012, puisi indah, puisi terbaru, puisi romantis,
puisi cinta, buisi buat kekasih, cara berpuisi, pendidikan itu puisi, telaga
ngebel, puisimu, ponorogo puisi

Pendidikan Itu Puisi Kehidupan

Trimuda Reog | 11.57 | 0 komentar

Pendidikan itu untuk hidup
Pendidikan adalah nyanyian nafas
Pendidikan itu kerangka kehidupan
Pendidikan itu sketsa nadi dan jiwa
Pendidikan itu jendela dunia

                        Beruntunglah kamu yang mengenyam pendidikan
                        Beruntunglah kamu yang saat ini belajar
                        Berbahagialah  kamu yang sedang menuntut ilmu
Berbungalah yang paham tentang pendidikan
Karena saat itulah malaikat memuliakanmu
Karena saat itulah Tuhan pengampunimu    

Tidakkah kita ingat betapa penting arti pendidikan?
Saat kita mulai terlahir di dunia
Saat kita mulai membuka mata
Saat kita mulai menangis
Saat kita mulai mengenal
Saat kita mulai merangkak
Saat kita mulai menyusu
Saat kita mulai mengeja ... Ayah ... Ibu
Saat kita mulai berjalan
Saat kita mulai remaja
Saat kita mulai dewasa
Saat kita mulai berkeluarga
Hingga . . . sampai ajal menyambut kita.
Saat itulah pendidikan menjadi puisi kita
Saat itulah pendidikan darah daging kita
Saat itulah pendidikan tak terpisahkan
Saat itu juga detak jantung kita diselimuti pendidikan

Masih ingatkah saat sang Tuhan menyeru rosul-Nya
Dia berfirman “bacalah”
Dia berfirman “bacalah”
Dia berfirman “bacalah”
Marilah kita baca apapun kebesaran-Nya
Marilah kita baca apapun kekuasaan-Nya dan ciptaan-Nya
Lalu kita praktekkan semua perintahnya dengan sepenuh jiwa
Agar kita bisa menjadikan sebuah pendidikan sebagai nafas hidup ini









 Writed in : Dermaga Telaga Ngebel Ponorogo
#Penulis sendiri bukan orang yang berpendidikan, akan tetapi berusaha untuk selalu belajar#

Jilbab Itu Indah, Manis dan Cantik (puisimu)

Trimuda Reog | 09.26 | 0 komentar
Berbahagialah kamu yang berjilbab, pertahankan jilbabmu hingga waktu tak terbatas!

Para malaikat Allah tak bertelinga,
tapi mereka mendengar suara nyanyian beribu-ribu jilbab
Para malaikat Allah tak memiliki mata,
tapi mereka menyaksikan derap langkah beribu jilbab
Para malaikat Allah tak punya jantung,
tapi sanggup mereka rasakan degub kebangkitan
jilbab yang seolah berasal dari dasar bumi Para malaikat Allah tak memiliki bahasa dan budaya, tapi dari galaksi mereka seakan-akan terdengar suara: ini tidak main-main! ini lebih dari sekedar kebangkitan sepotong kain!

Para malaikat Allah seolah sedang bercakap-cakap di antara mereka
kebudayaan jilbab itu, bersungguh-sungguhkah mereka? O, amatilah dengan teliti: ada yang bersungguh-sungguh, ada yang akan bersungguh-sungguh,
ada yang tidak bisa tidak bersungguh-sungguh
Sedemikian pentingkah gerakan jilbab di negeri itu?
O, sama pentingnya dengan kekecutan hati semua kaum yang tersingkir,
sama pentingnya dengan keputusasaan kaum gelandangan,
sama pentingnya dengan kematian jiwa orang-orang malang
yang dijadikan alas kaki sejarah

Bagaimana mungkin ada kelahiran di bawah injakan kaki Dajjal?
bagaimana mungkin muncul kebangkitan dari rantai belenggu kejahiliyahan?
O, kelahiran sejati justru dari rahim kebobrokan,
kebangkitan yang murni justru dari himpitan-himpitan
alamkah yang melahirkan gerakan itu atau manusia?
O, alam dalam diri manusia. Alam tak boleh benar-benar takluk oleh setajam apapun pedang peradaban manusia,

Alam tak diperkenankan sungguh-sungguh
tunduk di bawah kelicikan tuan-tuannya
Apakah burung-burung ababil akan menabur dari langit
untuk menyerbu para gajah yang durjana?
O, burung-burung ababil melesat keluar dari kesadaran pikiran,
dari dzikir jiwa dan kepalan tangan
Para malaikat Allah yang jumlahnya tak terhitung,
berseliweran melintas-lintas ke berjuta arah di seputar bumi
Para malaikat Allah yang amat lembut sehingga seperjuta atom
tak sanggup menggambarkannya

Para malaikat Allah yang besarnya tak terkirakan oleh matematika ilmu manusia sehingga seluruh jagat raya ini disangga di telapak tangannya
Tergetar, tergetar sesaat, oleh raungan sukma dari bumi
Para malaikat Allah seolah bergemeremang bersahut-sahutan di antara mereka
apa yang istimewa dari kain yang dibungkuskan di kepala?
O, hanya ketololan yang menemukan jilbab sekedar sebagai pakaian badan
lihatlah perlahan-lahan makin banyak manusia yang memakai jilbab, lihatlah kaum lelaki
berjilbab, lihatlah rakyat manusia berjilbab, lihatlah ummat-ummat berjilbab, lihatlah Siapapun saja yang memerlukan perlindungan, yang memerlukan genggaman keyakinan, yang memerlukan cahaya pedoman, lihatlah mereka semua berjilbab
Adakah jilbab itu semacam tindakan politik, semacam perwujudan agama,
atau pola perubahan kebudayaan?

Para malaikat Allah yang bening bagai cermin segala cermin,
seolah memantulkan suara-suara:
Jilbab ini lagu sikap kami, tinta keputusan kami,
langkah-langkah dini perjuangan kami
jilbab ini surat keyakinan kami, jalan panjang belajar kami,
proses pencarian kami
jilbab ini percobaan keberanian di tengah pendidikan ketakutan
yang tertata dengan rapi
jilbab ini percikan cahaya dari tengah kegelapan,
alotnya kejujuran di tengah hari-hari dusta
jilbab ini eksperimen kelembutan untuk meladeni jam-jam brutal dari kehidupan
jilbab ini usaha perlindungan dari sergapan-sergapan

Dunia entah macam apa, menyergap kami
sejarah entah ditangan siapa, menjaring kami
kekuasaan entah dari napsu apa, menyerimpung kami
kerakusan dengan ludah berbusa-busa, mengotori wajah kami
langkah kami terhadang, kaki kami terperosok di
pagar-pagar jalan protokol peradaban ini
buku-buku pelajaran memakan kami
tontonan dan siaran melahap kami
iklan dan barang jualan menggiring kami
panggung dan meja-meja birokrasi mengelabui kami
mesin pembodoh kami sangka bangku sekolah
ladang-ladang peternakan kami sangka rumah ibadah
mulut kami terbungkam, mata kami nangis darah

Hidup adalah mendaki pundak orang-orang lain
hari depan ialah menyuap, disuap, menyuap, disuap
kalau matahari terbit kami sarapan janji
kalau matahari mengufuk, kami dikeloni janji
kalau pagi bangkit, kami ditidurkan
ketika hari bertiup, kami dininabobokan
kaum cerdik pandai suntuk mencari permaafan atas segala kebobrokan
kaum ulama sibuk merakit ayat-ayat keamanan
para penyair pahlawan berkembang menjadi pengemis
tidak ada perlindungan bagi kepala kami yang ditaburi virus-virus
tak ada perlindungan bagi akal pikiran kami yang dibonsai
tak ada perlindungan bagi hati nurani kami yang
dipanggang diatas tungku api congkak kekuasaan
tungku api kekuasaan yang halus, lembut dan kejam

Tak ada perlindungan bagi iman kami yang dicabik-cabik dengan pisau-pisau beracun
tak ada perlindungan bagi kuda-kuda kami yang digoyahkan
oleh keputusan sepihak yang dipaksakan
tak ada perlindungan bagi akidah kami yang ditempeli topeng-topeng, yang dirajam, dimanipulir oleh rumusan-rumusan palsu yang memabukkan
tak ada perlindungan bagi padamnya matahari hak kehendak kami yang diranjau
maka inilah jilbab. inilah jilbab!

Ini furqan, pembeda antara haq dan bathil
jarak antara keindahan dengan kebusukan
batas antara baik dan buruk, benar dan salah
kami menyarungkan keyakinan dikepala kami
menyarungkan pilihan, keputusan, keberanian dan istiqamah, dinurani dan jiwaraga kami
Ini jilbab ilahi rabbi, jilbab yang mengajarkan ilmu menapak dalam irama
ilmu untuk tidak tergesa, ilmu tak melompati waktu dan batas realitas
ilmu bernapas setarikan demi setarikan, selangkah demi selangkah, hikmah demi hikmah
rahasia demi rahasia, kemenangan demi kemenangan

Para malaikat Allah yang lembut melebihi kristal, para malaikat allah yang suaranya tak bisa didengarkan oleh segala macam telinga, berbisik-bisik di antara mereka
Wahai! anak-anak tiri peradaban! anak-anak jadah kemajuan dan perkembangan!
anak-anak yatim sejarah, sedang menghimpun akal sehat
menabung hati bening, menerobos ke masa depan yang kasat mata
lautan jilbab! lautan jilbab! gelombang perjuangan, luka pengembaraan, tak mungkin bisa dihentikan wahai! sunyi telah memulai bicara!

Diciptakan oleh : caknun

Kau Puisi Dalam Sunyiku

Trimuda Reog | 20.45 | 0 komentar
terdiam aku dalam kesendirian malam
sendiri dan hanya terdiam membisu tanpa kata
merenug di kesendirian hatiku
kesunyian membawaku di ujung pekat malam

merengkuh dalam kesepian
semakin aku rasa aku hanyut dalam
ketidakpastian jalan hidupku
kenapa semua ini harus terjadi

telah banyak kita mengarungi mimpi
yang dulu ingin kita gapai
apa itu akan kau sia-siakan
lelah sejujur hati ini
namun aku hanya memikirkanmu
aku merasa kehilanganmu
kehilanganmu tlah membuatku terpaku membisu
aku hanya butuh dirimu di sampingku
bukan sosok wajah yang baru

aku hanya inginkan kamu
yang dulu pernah singggah di ruang kecil
yang kini telah menjadi sepi
kini aku mengerti
ketidak hadiran dirimu untuk ku
aku bukan milikmu lagi di hatimu

kau tlah membuang jejak-jejak manis
kenangan kita yang lalu
sebelum aku jauh melangkah ke depan
kasih semoga kau bahagia dengan jalan
yang kau tempuh
maafkan aku jika aku tak pernah sempura
tuk memberimu kebahagiaan

Terpaku Dalam Sepi

Trimuda Reog | 20.39 | 0 komentar

puisi rindu dalam sepi

 tenggelam aku dalam kesunyian
terpaku aku dalam kerinduan
kerinduan akan seseorang yg ku sayang
akankah dia akan datang
mengobati hatiku yg sedang bimbang
ku tak mau hatiku hilang
ditiup angin dan diambil orang
kuingin kau yg mimilikinya
karena kau orang yg ku sayang
ku tak mau kau menghilang


cinta ,,,
kasih dan sayang
hanya untukmu seorang ..
jangan biarkan perasaan ini terbang
hidupku kan terasa hampa jikaku tanpa dirimu ..
kau la permata hatiku ,..
penerang jalanku ..
penerang jiwaku ..
rasa rinduku padamu tak bisa lekang
sebelum kau menjadi milikku seorang
aku merindukanmu sayang ..

Kembalilah Untukku

Trimuda Reog | 20.36 | 0 komentar
Jika ada satu kesempatan
Ku ingin kembali ke masa itu
Mencoba melangkah
Melewati hari dengan tawa
Kuingin kau tetap disini
Menemaniku setiap waktu

Ku ingin bisa habiskan lebih banyak hari denganmu
Aku ingin slalu ada tangan yang siap mengandengku
Suatu tempat yang slalu siap menjadi sandaranku saatku lelah
Tempat berbagi cerita tentang kisah sehari-hari
Dari hal biasa hingga yang luar biasa

Ketika ku menangis, kau bisa menenangkanku
Ketika ku tertawa, kau bisa tersenyum bahagia bersamaku
Alunan lagu dalam hatiku belum berhenti
Lagu rindu itu masih bergema di hati
Denting irama kasih itu masih terus berlanjut
Mencoba menyapa sisi hatimu disana
Mencoba memanggilmu kembali ke hatiku
Tidakkah kau lihat aku??
Tidakkah kau dengar lagu hatiku??

Kau pernah bilang..
Ketika kurindu..ku bisa memanggil namamu..
Hatiku terus memanggil namamu..
Bahkan sudah menjerit, berteriak..
Tak dengarkah kau??
Mengapa kau tak menoleh??

Lihatlah aku..dengar panggilanku
Berlarilah ke arahku..
Genggam tanganku..
Rangkul aku..
Hapus air mataku..

Biar kita bisa melangkah bersama..
Biar kita bisa menulis kisah bersama…
Biar kita bisa melantunkan lagu bersama…
Biar melodi indah itu kembali tercipta, tersiar..
Hingga semuanya tahu..
Bahwa kau dan aku ada
Bahwa kita adalah satu..







Query search : Puisi Rindu, Puisi pendidikan, tentang pendidikan, puisi merana, cara berpuisi, puisi indah, puisi cinta, puisi romantis, puisi remaja, puisi kenangan, rindu, kerinduan, menunggu

Daftar Kategori


close
cbox
 
Alamat: Talun | Ngebel | Ponorogo
Copyright © 2011. PUISI DAN PENDIDIKAN - All Rights Reserved
Template Modify by Cah Ngebel
Proudly powered by Blogger