Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Memilih Adalah Satu Pendidikan Hidup

Trimuda Reog | 20.22 | 0 komentar
Di Antara Dua
Di antara dua, aku harus memilih
Entah satu baik atau buruk
Aku tak bisa berdiri di antara keduanya
Dan aku menentukannya

Di antara dua, aku harus masuk
Entah satu mudah atau sulit
Aku tak bisa bergelut di antara keduanya
Dan aku meratapinya

Di antara dua,aku harus berjuang
Entah satu manis atau pahit
Aku tak berhenti meraih satunya
Dan aku tak ingin kalah



By: cah ndeso ngebel



Keyword: puisi tentang pendidikan, tentang pilihan, puisi terbaru, puisi aneh, puisi nyleneh, puisi gombal, puisi edan

Pelajar Indonesia Bahasa Bangsaku

Trimuda Reog | 20.15 | 2komentar
tema pendidikan
Untukmu penerus bangsa
Untukmu tiangnya Negara
Untukmu penerus pundak-pundak yang telah lapuk

Dengar, dengar, dengarlah isi tulisan ini
Hanya kepadamu harapan ku sandangkan
Hanya kepadamu cita- cita dipertaruhkan

Tak ada sesuatu yang tak mungkin bagimu
Bangkitlah melawan arus yang terus mendera
Kuasailah dirimu dengan sikap optimis
Paculah laju kudamu sekencang-kencangnya
Lawanlah bebatuan terjal yang mengusik di jalanan
Ingat, Engkau adalah harapan, engkau adalah masa depan

Masa depan ada di tanganmu
Harapan terpendam ada di pundakmu
Nasib bangsa engkau yang menentukan 



By: trimudareog





Keyword: puisi pendidikan, puisi tema pendidikan, puisi sekolah, puisi pelajar, puisi siswa, puisiku, puisi keren, puisi terbaru puisi top, puisi, contoh puisi

Mejiku Hibiniu Guruku (Puisi Pendidikan)

Trimuda Reog | 20.08 | 0 komentar

puisi tentang pendidikan
Dia…
Dia yang mengajariku selama ini
Dia yang  menjadikanku seperti ini
Dia yang rela dititipkan seorang aku..
Benda kosong melompong yang saat itu hanya penuh nafsu..

Lalu…
Ia anggap diriku layaknya selembar kertas putih
Dilukisnya warna-warna damai nan berarti
Putih, agar diriku berpikiran jernih
Emas, agar diriku bersinar cerah
Dan merah, agar hatiku penuh dengan semangat yang membara

Dan kini aku pun mengerti…
Dirinya yang telah membuat diriku penuh isi
Yang membuatku mengerti, bahwa hidup itu untuk dijalani
Dan yang membuatku bahagia memiliki warna-warna pelangi

Suatu saat nanti, aku akan kembali padanya..
Membalas budinya..
Melukiskan beribu pelangi yang pantas ia banggakan

Jasanya untukku takkan pernah tergantikan
Ku ucapkan terimakasih untukmu, pelita hatiku
Ku ucapkan terimakasih untukmu..






Keyword: puisi tentang guru, puisi pendidikan, puisi tema pendidikan, puisi dan pendidikan, pendidikan, puisi sekolah, puisi untuk guru, puisi guruku, puisi pahlawanku

Mimpi Dibalik Sore

Trimuda Reog | 14.33 | 0 komentar


puisi impianMentari perlahan, merubah rona menjadi kemerahan

 Tak lagi angkuh teriknya, tertata menawan angkasa

 Seolah terluput, gelisah kepak burung menuju pulang

 Ada kerinduannya, yang ia selipkan diantara ranting cemara




 Aku disini, berdiri, sendirian, tersenyum tanpa arti

 Jemari yang kuselipkan, tak kuat lagi menggapai anganku

 Masih seperti kemarin, kuhabiskan senja di bukit batu ini

 Hamparan didepanku, terlampau luas, tuk mengantar impianku


Aku ingin merubah mimpi, mimpi tentang mentari di hari esok

 Meski aku tahu, mimpi itu hanya akan lunas dengan rupiahku

 Namun aku hanya mampu menarik napas dalam, teramat dalam

 Masih adakah impian yang tersisa, diantara hamparan jerami didepanku?

Untuk Engkau Yang Sedang Menunggu Cinta

Trimuda Reog | 01.07 | 2komentar
aku tak bermaksud melukaimu
hanya aku takut terluka

bila yang kau sebut itu cinta
biarkan aku menalar tentang cinta
hingga hilang nalarku

bila cinta seperti kupu-kupu
yang apabila tambah dikejar tambah lari
dan bila kau biarkan dia terbang,
dia akan datang saat kau tidak mengharapkannya
dan bila aku adalah kupu-kupu,
kau masih punya kupu-kupu indah terbang di surgamu

gadis,
kau datang saat pintu hatiku terkunci
saat hatiku utuh kembali
saat hatiku tertutup untuk cinta

tak ada yang boleh menyakiti hatimu tanpa seizinmu,
dan kau tak punya izin untuk menyakitinya,

indah bila purnama bersinar malam hari
indah bila pelangi melukis dirinya siang hari
indah bila cinta datang pada waktunya

bila kau menjadi benci akan semua ini,
cintakulah yang pantas kau benci,

kau terlihat cantik
dan kau menawan saat kau jalani hidup apa adanya

aku takkan membencimu
begitu juga kuharap padamu
anggaplah rasa itu menipumu

semoga kau dapatkan apa yang kaucari

I do not blame love, but I blame myself who can not appreciate love WAHAI SAHABAT


Ku Ingin Melupakan

Trimuda Reog | 01.55 | 2komentar

Ya Tuhan..
Mengapa semua jadi seperti ini..
Aku yang sudah menyayangi’nya sepenuh hati..
Dengan separuh jiwa..
Tetapi sekarang semua itu kembali menjadi sebuah mimpi..

Tuhan..
Mengapa kau renggut kebahagiaan ku dulu..
Sekarang sudah tiada lagi senyuman-senyuman itu..
Yang dulu pernah mewarnai hari-hari ku..

Tuhan..
Sesungguh’nya di hati ku yang paling dalam..
Masih tersimpan dengan baik nama’nya..
Mengapa senyuman yang terukir indah di wajah ku dulu..
Sekarang berubah menjadi tangisan yang begitu sakit kurasa..
Apakah sudah tak ada kesempatan itu untuk ku..??
Kenangan-kenangan indah yang dulu kurasa..
Kini hanya sebuah kenangan..

Tuhan tolong..
Bantu aku untuk melupakan’nya..
Aku lelah dengan semua ini..
Aku lelah untuk selalu memikirkan’nya..
Mengapa aku harus memiliki perasaan ini ..??
Bila memang Kau tak mengizinkan ku untuk bersama’nya..
Tolong aku untuk bisa melupakan’nya..






Dear Ibunda Tersayang

Trimuda Reog | 22.38 | 0 komentar
Berharap langit tak pernah hujan,
Mengharap malam tak pernah dingin
Saat ingat semua jiwa raga ini
Telah engkau jaga dan rawat

Berharap siang selalu hangat
Berharap tidur tak selalu mimpi buruk
Dan semua itu belum pernah
Dapat kuberikan untukmu ibunda

Hati ini serasa tersayat seribu duri
Mata ini seakan tergores sejuta pisau
Kala merasakan anakmu yang egois
Saat melihat anakmu sedang tertatih

Ibu ....
Andaikan aku bisa memohon,
Tak akan aku mau dilahirkan di dunia ini
Jika ternyata aku belum bisa membahagiakanmu
Dan ternyata dengan sabar engkau merawatku

Selama sembilan bulan aku bersemayam
Dirahimmu yang kokoh itu
Tanpa pernah engkau mengeluh
Tyada pernah engkau letih

Ibunda ....
Sampai kapan aku harus membebanimu?
Sampai kapan aku tidak bisa membalas budimu?
Mungkin sampai gunung beterbangan sampai darat menjadi lautan
Takkan pernah aku mampu membalas jasamu

Ibu. ..
Maafkan anakmu ini .....karna belum membuatmu bangga
Dunia akan bersaksi bahwa aku tidak akan pernah berhenti mewujudkan impianmu
Langit tak akan tidur melihatku yang menangis akan sakitmu




Tags : Puisi untuk ibu, buisi ibunda, puisi ibu, puisi tentang ibu, bait untuk ibu

Senandung Sandaran Dan Harapan

Trimuda Reog | 23.34 | 7komentar
Harapan dan Sandaran
Ketika semua gelap
segala upaya telah dilakukan
otak lelah diperas habis-habisan
kerja keras hingga kaki terasa menjadi tangan
dan tangan terasa menjadi kaki
Tapi hasil tak kunjung bersemi,
secercah harap tak juga mengunjungi,
semua terasa sia-sia,
dan kehancuran terasa di depan mata.
Disitulah iman kita dicoba,
tidak akan berputus asa
atas rahmat yang Allah yang Mahakuasa
kecuali orang-orang yang imannya sirna.
Teguh berharap rahmat Allah yang esa
bagi orang yang imannya tertancap kuat di dada

Kalau kita benar beriman
Allah adalah sandaran
tempat mengadu dan memohon pertolongan
tempat menentramkan kekhawatiran akan masa depan
karena Dia adalah Mahatahu
pengetahuannya tidak dibatasi oleh waktu
tak satu peristiwa-pun luput dari-Nya
kekuasaan-Nya adalah jaminan masa depan kita.
sepanjang kita tetap berada di jalan-Nya
dan tidak membangkang perintah-Nya.
Tak ada yang perlu ditakutkan
tak ada yang perlu disedihkan
karena Dia-lah penjaga paling perkasa.
dan penjamin yang paling terpercaya.

Daftar Kategori


close
cbox
 
Alamat: Talun | Ngebel | Ponorogo
Copyright © 2011. PUISI DAN PENDIDIKAN - All Rights Reserved
Template Modify by Cah Ngebel
Proudly powered by Blogger