Tampilkan posting dengan label pagar nusa ponorogo. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label pagar nusa ponorogo. Tampilkan semua posting

Konflik Setelah Deklarasi Damai Pencak Silat Ponorogo

Trimuda Reog | 13.26 | 0 komentar

PONOROGO ~ Setelah mengajak seluruh perguruan pencak silat dan bela diri se- Kabupaten Ponorogo untuk duduk bersama dalam satu forum komunikasi, Polres Ponorogo melaksanakan deklarasi damai dan pengukuhan forum pencak silat dan bela diri yang ada diwilayah Ponorogo, Sabtu (28/9/2013) di stadion Bhatoro Katong, sekitar pukul 14.00 WIB.

Sebelum acara penanda tanganan deklarasi damai dan pengukuhan, terlebih dahulu diadakan upacara yang diikuti oleh Forpinda Kabupaten Ponorogo dan perwakilan dari semua perguruan 21 Kecamatan yang ada diwilayah Ponorogo. Ribuan warga pendekar pun memenuhi stadion Bhatoro Katong, Minggu sekitar pukul 14.00 WIB hingga sore

Dalam acara pengukuhan perdammaian tersebut menurut Wakapolres Ponorogo Kompol. Tri Saksono Puspoaji menjelaskan bahwa sekitar 3000 pendekar dari semua perguruan yang ada di Ponorogo berjanji satu tekad hanya untuk perdamaian.
“Sekitar 3000 pendekar seluruh Ponorogo dari semua perguruan berkumpul di satadion ini dan dijaga 1000 personil kemanan,” terangnya.

Kapolres Ponorogo AKB Iwan Kurniawan,S.I.K,Msi saat dikonfirmasi disela-sela acara mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya-upaya pencegahan yang dilakukan pihak Kepolisian. Dengan deklarasi damai dan pengukuhan ini diharapkan kejadian-kejadian, masalah-masalah yang terjadi antar perguruan dapat diminimalisir, bahkan menjadi nihil.
Ini merupakan wadah atau forum untuk mempererat komunikasi agar terjalin koordinasi, mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbulkan oleh perguruan silat maupun bela diri,sehingga jika adasuatu maslah dapat diseleseikan,tidak dengan kekerasan atau anarkis yang dapat menimbulkan kerawanan maslah keamanan,ketertiban masyarakat.

Lebih Lanjut Mantan Kapolresta Mojokerto ini menambahkan, bahwa dengan penanda tanganan deklarasi damai dan pengkukuhkan forum komunikasi pencak silat dan bela diri yang dihadiri, diikuti dan disaksikan oleh anggota masing-masing perguruan membuat tidak adanya konflik di level bawah.
Sebab selama ini level bawah sangat rawan konflik. Dan diharapkan dari deklarasi dan pengukuhan ini untuk mengantisipasi masalah-masalah keamanan, ketertiban masyarakat, agar tercipta kondisi situasi yang aman, nyaman.

Terkait insiden tersebut polisi pun segera mengamankan para pelaku tawuran yang di duga telah memicu tawuran tersebut. Sebanyak 30 pemuda dari organisai pencak silat Setia Hati Winongo diamankan di Mapolres berserta 24 sepda motor. Mereka diminta keterangan dalam proses penyelidikan.
Kejadian itu dipicu karena saat Minggu petang tersebut rombongan dari wilayah Kecamatan Slahung hendak pulang dengan mengendari sepeda motor dari satdion, setibanya di selatan Jembatan Grenteng mereka di lempari oleh anak-anak yang bergerombol di tepian jalan raya Ponorogo-Pacitan tersebut.
Para pemuda yang membuat onar itu pun akhirnya di lucuti pakainnya oleh petugas sebelum dimasukan ke jeruji besi untuk pengamanan.

Wakapolres Ponorogo Kompol Trisaksono Puspoaji ketika dikonfirmasi saat mendampingi Kapolres Ponorogo AKBP Iwan Kurniawan menjelaskan, kalau ke semua pelaku yang di duga telah memicu tawuran antar perguruan tersebut sudah diamankan di mapolres beserta barang bukti sepda motor, HP dan baju yang dikenakannya.
“Mereka kita amankan beserta 24 sepeda motor dan 30 HP dan mereka akan kita mintai keterangan untuk penyelidikan,” ujar Kompol Trisaksono.



Tags: perguruan, pencak silat, deklarasi, damai, ponorogo, pengukuhan

Aspek dan Bentuk Pencak Silat Indonesia

Trimuda Reog | 23.26 | 0 komentar
Terdapat berbagai bentuk dan aspek dalam seni bela diri/ pencak silat. Entah dalam berbagai aliran Pagar Nusa, SH, Jui Jitsu, Judo dll. semua memiliki aspek yang hampir mirip.

Terdapat 4 aspek utama dalam pencak silat, yaitu:
  1. Aspek Mental Spiritual: Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang. Para pendekar dan maha guru pencak silat zaman dahulu seringkali harus melewati tahapan semadi, tapa, atau aspek kebatinan lain untuk mencapai tingkat tertinggi keilmuannya.
  2. Aspek Seni Budaya: Budaya dan permainan "seni" pencak silat ialah salah satu aspek yang sangat penting. Istilah Pencak pada umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana tradisional.
  3. Aspek Bela Diri: Kepercayaan dan ketekunan diri ialah sangat penting dalam menguasai ilmu bela diri dalam pencak silat. Istilah silat, cenderung menekankan pada aspek kemampuan teknis bela diri pencak silat.
  4. Aspek Olah Raga: Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini. Aspek olah raga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regu.
Bentuk pencak silat dan padepokannya (tempat berlatihnya) berbeda satu sama lain, sesuai dengan aspek-aspek yang ditekankan. Banyak aliran yang menemukan asalnya dari pengamatan atas perkelahian binatang liar. Silat-silat harimau dan monyet ialah contoh dari aliran-aliran tersebut. Adapula yang berpendapat bahwa aspek bela diri dan olah raga, baik fisik maupun pernapasan, adalah awal dari pengembangan silat. Aspek olah raga dan aspek bela diri inilah yang telah membuat pencak silat menjadi terkenal di Eropa.
pagar nusa ponorogo

Bagaimanapun, banyak yang berpendapat bahwa pokok-pokok dari pencak silat terhilangkan, atau dipermudah, saat pencak silat bergabung pada dunia olah raga. Oleh karena itu, sebagian praktisi silat tetap memfokuskan pada bentuk tradisional atau spiritual dari pencak silat, dan tidak mengikuti keanggotaan dan peraturan yang ditempuh oleh Persilat, sebagai organisasi pengatur pencak silat sedunia.







tags: pgar nusa gasmi, pagar nusa saperti, pagar nusa saperti, pagar nusa, pagar nusa ponorogo, olah kanuragan, pencak silat, pencak indonesia

Istilah Dalam Pencak Silat Indonesia

Trimuda Reog | 23.23 | 0 komentar

Istilah dalam Pencak Silat
pagar nusa ponorogo

  • Kuda-kuda: adalah posisi menapak kaki untuk memperkokoh posisi tubuh. Kuda-kuda yang kuat dan kokoh penting untuk mempertahankan posisi tubuh agar tidak mudah dijatuhkan. Kuda-kuda juga penting untuk menahan dorongan atau menjadi dasar titik tolak serangan (tendangan atau pukulan).
  • Sikap dan Gerak: Pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berkelanjutan. Segera setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang cepat.
  • Langkah: Ciri khas dari Silat adalah penggunaan langkah. Langkah ini penting di dalam permainan silat yang baik dan benar. Ada beberapa pola langkah yang dikenali, contohnya langkah tiga dan langkah empat.
  • Kembangan: adalah gerakan tangan dan sikap tubuh yang dilakukan sambil memperhatikan, mewaspadai gerak-gerik musuh, sekaligus mengintai celah pertahanan musuh. Kembangan utama biasanya dilakukan pada awal laga dan dapat bersifat mengantisipasi serangan atau mengelabui musuh. Seringkali gerakan kembangan silat menyerupai tarian atau dalam maenpo Sunda menyerupai ngibing (berjoget). Kembangan adalah salah satu bagian penilaian utama dalam seni pencak silat yang mengutamakan keindahan gerakan.
  • Buah: Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Secara tradisional istilah teknik ini dapat disamakan dengan buah. Pesilat biasa menggunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serangan. Teknik umum termasuk tendangan, pukulan, sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan tulang sendi, dan lain-lain.
  • Jurus: pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan teknik-teknik lanjutan pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan. Penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat digabungkan, itulah Dasar Pasan, atau aliran seluruh tubuh.
  • Sapuan dan Guntingan: adalah salah satu jenis buah (teknik) menjatuhkan musuh dengan menyerang kuda-kuda musuh, yakni menendang dengan menyapu atau menjepit (menggunting) kaki musuh, sehingga musuh kehilangan keseimbangan dan jatuh.
  • Kuncian: adalah teknik untuk melumpuhkan lawan agar tidak berdaya, tidak dapat bergerak, atau untuk melucuti senjata musuh. Kuncian melibatkan gerakan menghindar, tipuan, dan gerakan cepat yang biasanya mengincar pergelangan tangan, lengan, leher, dagu, atau bahu musuh.


tags: pgar nusa gasmi, pagar nusa saperti, pagar nusa saperti, pagar nusa, pagar nusa ponorogo, olah kanuragan, pencak silat, pencak indonesia

Pendekar Pagar Nusa Siap Gantikan Kiyai Di Penjara

Trimuda Reog | 23.47 | 1komentar
Kabar kiai NU diperiksa Bareskrim Polri hingga terancam bui membuat sejumlah pihak tergerak memberikan dukungan. Apalagi itu melibatkan Ketua PCNU Kota Malang, KH Marzuki Mustamar dan KH Irfan Soleh, salah satu pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang


“Kita sepenuhnya siap membela para kiai NU. Jika sampai ada kiai dipenjara karena dakwahnya, para pendekar Pagar Nusa siap menggantikannya dipenjara agar para kiai itu bisa tetap bebas dan meneruskan dakwahnya,” kata KH Ali Maksum (Gus Ali) ketua Ikatan Pencak Silat NU (IPSNU) Pagar Nusa Jombang, di Denanyar, Sabtu (25/5) kemarin.

Lebih dari itu pun pihaknya mengaku siap. “Kalau memang genderang perang yang ditabuh, kita tak akan pernah mundur,” tandasnya. Menurutnya, tidak sekali dua kali para pendekar Pagar Nusa bertaruh nyawa demi membela perjuangan kiai NU. “Tidak usah banyak kata, asal kiai yang memerintah, kita pasti berangkat,” tegasnya.

Meski demikian, pihaknya meminta agar semua elemen NU tidak terrpovokasi. “MTA itu kecil, jangan sampai kita terprovokasi hingga justru melakukan tindakan yang menodai kebesaran dan keharuman nama NU. Tapi kita tetap tak boleh diam saja,” tandasnya.

Segala kemungkinan, menurutnya harus tetap diantisipasi. “Kita tingkatkan kewaspadaan dan persiapan. Tapi jangan sampai terprovokasi,” ucapnya.

Karena proses hukum masih berjalan, ia berharap semua elemen NU ikut memantau proses tersebut. “NU juga harus memberikan pendampingan secara hukum kepada para kiai itu. Proses hukum harus dilawan dengan hukum pula. Yang lain-lain itu urusan belakangan, tidak usah khawatir,” paparnya.

Dia menegaskan, dari dulu sikap NU tidak pernah agresif. “Kasarannya kita ini tidak mencari musuh, tapi musuh datang kita hadapi. Ceramah Kiai Marzuki itu dalam rangka membentengi umat karena dalam setiap ceramahnya MTA selalu mengharam-haramkan perilaku keagamaan warga NU. Kalau itu dilaporkan polisi, semua warga NU bisa balik melaporkan MTA ke polisi,” pungkasnya.

Tag : pagar nusa cabang, pagar nusa ranting, pagar nusa, pagar nusa ponorogo, PN, NU, pagarnusa gasmi,, pagar nusa cimande, pagar nusa gasmi, pagar nusa saperti

Lindungi Kiyai, Ratusan Pendekar Pagar Nusa Digembleng

Trimuda Reog | 23.42 | 0 komentar
Sekitar 500 pendekar Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa mengikuti gemblengan khusus di halaman Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Jum’at (31/5) siang.

Gemblengan ini dilakukan dalam rangka menyambut hari lahir (harlah) ke-90 tahun NU dan Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Timur. Selain itu gemblengan khusus ini dilakukan untuk melindungi para kiai NU yang mulai diusik oleh kelompok garis keras seperti MTA.

“Sekarang ini sudah ada kelompok-kelompok baru yang menyerang tradisi keagamaan yang sudah dijalankan semenjak lama, seperti tahlil dan istighitsah. Mereka juga sampai mengancam kiai NU,” kata Pembina Pagar Nusa Jombang, Ainurrofiq.

Para pendekar mengikuti praktek dan gemblengan bersama Mbah Syamsul atau dikenal dengan Kiai Landep, teman seangkatan Gus Maksum. Kiai Landep memberikan kemampuan kepada para pendekar daalam menangkal santet, hipnotis, serta kekebalan, baik senjata maupun ledakan.

Menurut Airurrofiq, gemblengan kali ini lebih dimaksudkan untuk berjaga-jaga dari segala kemungkinan, dap para pendekar sudah siap untuk mengikuti intruksi. “Kita memang sudah cukup lama bersabar,” katanya singkat.

Tags: Pagar Nusa, Pencak silat, NU, pendekar pagar nusa

Daftar Kategori


close
cbox
 
Alamat: Talun | Ngebel | Ponorogo
Copyright © 2011. PUISI DAN PENDIDIKAN - All Rights Reserved
Template Modify by Cah Ngebel
Proudly powered by Blogger