Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Cinta Itu Kamu

Trimuda Reog | 00.21 | 2komentar
Cintaku ini merasuk Kedalam Sendi Tubuhku..
Cintaku ini Menusuk kedalam Hatimu, Hingga engkau Tak Sanggup Lagi Berpindah ke lain Hati
Dengarlah kasih Ku Mencintaimu..
Selamanya Akan ku jaga Kelopak Cinta Mu..
Kelopak Yang makin Hari makin, membesar Menebus seluruh nadiku
Sampai sampai aku tak bisa bernafas tanpamu

Jikahati adalah istana,
Cinta adalah singgasana,
Ketulusan ialah mahkota,
Kesetiaan ialah piala terindah
Dan senyum seorang kekasih adalah tahta,
Serta kejujuran & kepercayaan adalah pusaka..!
 
Cinta bagaikan air laut yang mengisi sebagian isi bumi…
Memberi banyak kehidupan..
Membuat orang ingin tahu..
Dan tiap orang pasti mengalami cinta..

Cinta itu keikhlasan..
Cinta itu kemauan..
Cinta itu saling mengerti..
Cinta itu indah jika kita bisa menempatkannya pada tempat terbaik dalam hati.. 

Jadikan cinta itu indah dihatimu..
Karena cinta bisa seindah yang kau mau
Dalam segala kurang dan lebihmu
Dalam pintaku pada-NYA terselip namamu yang selalu kurindu

Ragaku Menantimu

Trimuda Reog | 21.18 | 0 komentar
Meskipun raga ini terluka…
Tetapi rasa terus ingin bertahan
Pada cinta dan keyakinan
Akan keindahan , kebahagiaan

Walau ku tahu ..
Hanyalah fatamorgana
Sebagai keinginan yang tlah patah
Kau buat aku terus menanti
Tanpa ada kepastian
Seperti mimpi merindukan nyata
Walaupun ada , pasti kan berbeda
Dan meluruhkan rasa keinginan

Tak pernah kah kau merasa..
Bahwa cinta dan kesetiaanku
Hanya untukmu , selalu menyala..
Walaupun godaan dan kesunyian
Tak pernah sepi dari hatiku ,
Karena keyakinanku ..
Kesetiaan pada satu cinta
Adalah hal yang terindah dalam hidup

Bilakah suatu saat nanti…
Pintu hatimu akan terbuka untuk cintaku
Yang tak lagi ada keraguan
Dan tak lagi ada perpisahan
Sehingga impian kebahagiaan
Akan menjadi nyata

Meskipun raga ini terluka…
Namun hati takkan berhenti berharap
Pada cinta , dengan kesetiaan
Walaupun ku tahu…Hanya fatamorgana

Bait Puisi Untuk Ibu

Trimuda Reog | 13.05 | 1komentar

Dentang nafasmu menyeruak hari hingga senja
Tak ada lelah menggores diwajah ayumu
Tak ada sesal kala semua harus kau lalui
Langkah itu terus berjalan untuk kami
Dua buah hatimu ...

Desah mimpimu berlari mengejar bintang
Berharap kami jadi mutiara terindahmu
Dalam semua peran yang kau mainkan di bumi
Dalam lelah kau rangkai kata bijak untuk kami
Mengurai senyum di setiap langkah kami
Mendera do’a disetiap detik nafas kami

Ibu ... kau permata dan berlian dihati kami
Relung hatimu begitu indah
Hingga kami tak sanggup menggapai dalamnya
Derai air matamu menguntai sebuah harap
Disetiap sholat malammu

Ibu ...
Kami hanya ingin menjadi sebuah impian nyata untukmu
Memikul semua mimpimu dalam pundak kami

Ibu ...
Jangan benci kami
Jika kami membuatmu menangis

Puisi Terindah

Trimuda Reog | 12.27 | 0 komentar
menggapai
membiru semburat kasih
membeku menatap bara
tanpa arti, tanpa mimpi
menerawang tanpa rasa..

mendaki hingga tepi

terjatuh tersungkur tak pasti
hingga terpana
terlekat dalam benak....

Aku cinta kamu


memejamkan mata

enyah lah barang sejenak
biarkan terlena sesaat, biarkan tanpa bayang mu sejenak
sapa lah aku dalam tidurku, senyumlah dalam mimpiku

biarkan esok hari...

dapat kupandang wajahmu...
kau puisiku kau imajiku
berseri...terindah ..dalam hidupku

Hitam Atau Putih

Trimuda Reog | 22.04 | 0 komentar
Saat itu kau tersenyum
Telah kau sambut perasaan ini
Dan gelap malamku telah kau terangi
Kini pagi kian sejuk dengan suaramu
Tiap hembusan nafas bisa kurasakan detak hatiku
Ada kamu di sana
Sungguh aku memujamu

Ku tuangkan semuanya dalam lagu dan puisi
sampai kapanpun kisahnya takkan pernah berubah

Datanglah hari yang ku takutkan
Ketika cinta ini diuji dan keyakinan kita goyah
Aku terperangkap di dunia lain
Dunia yang tak pernah ku tahu apakah hitam atau putih
Ku jalani hari-hari disana dan akupun berubah
Aku butuh kamu saat itu
Namun aku ragu
Apakah cinta kita tetap kau pegang teguh
Atau telah sirna sejak aku bukan diriku
Kucari jawaban itu
Keyakinanku pun kian menipis
Kita berpisah…mungkin itu jalan yang terbaik

Waktu demi waktu
Semua itu menyadarkanku akan betapa kau begitu berarti
Bagai air yang tak mungkin bumi hidup tanpanya
Atau pohon yang memberi kita udara
Aku butuh kamu

Ku coba raih lagi cinta itu
Namun cerita indah sulit sekali tertulis untuk kedua kali
Begitu banyak rintangan yang datang atau pergi meninggalkan galau di hati
Kadang aku duduk menanti di ujung fajar
Kau malah bergandengan tangan menatap senja
Lalu kau mencariku di pagi buta
Kau harap fajar masih menunggu
Aku malah memeluk bayangan lain sesaat sebelum kau tiba

Puisi Tentang Pendidikan

Trimuda Reog | 16.59 | 3komentar
Puisi pendidikan/ puisi tentang pendidikan merupakan suatu karya yang harus dibaca oleh anak bangsa. Karena belajar itu tidak harus di bangku sekolahan, belajar itu tidak harus dihadapan guru kita, belajar tidak harus berseragam berdasi, belajar tidak harus besepatu mengkilap. 

Puisi pendidikan=รจ harus dimiliki, kenapa saya sebut puisi pendidikan? Karena pendidikan itu ibarat puisi yang tidak harus berlutut dengan tata bahasa indonesia, harus tunduk dengan kalimat aktif, pasif, perintah dan lain sebagainya. 




Puisi tentang pendidikan--- pendidikan itu fleksibel layaknya puisi, bebas bersastra, bebas bercerita, bebas berimajinasi, bebas berkarya seni. Pendidikan tidak mengikat, pendidikan itu puisinya anak bangsa, bebas, memberikan kenyamanan, memberikan wawasan, memberikan kedamaian, memberikan penyejuk hati itulah pendidikan.  

Puisi pendidikan merupakan ilmu yang tidak wajib kita pelajari, akan tetapi itu sangat bermanfaat bagi kita. Salah satunya mengasah kita menulis, mengasah otak kita berimajinasi, melatih otak kanan berperan dalam pemikiran kita.

Pendidikan itu seharusnya tidak memaksa, seandainya kita sebagai pendidik sebaiknya kita bisa masuk dalam hidup anak didik kita. Kita harus bisa menyelam dalam kehidupan anak-anak jika kita mengajar anak. Kita harus masuk dalam dunia remaja jika kita ingin mendidiknya tanpa melupakan tujuan mendidik. Nah, kurasa itu akan sangat efektif.

Sekian tulisan ini dibuat semata-mata untuk menembak kata kunci. Mohon maaf jika banyak kekurangan.











Created by: cah ngebel, trimudareog
Puisi pendidikan, puisi tentang pendidikan, puisi itu pendidikan, pendidikan itu puisi, puisinya pendidikan, berpendidikan lewat puisi, pendidikan dengan puisi

Puisi Itu Pendidikan

Trimuda Reog | 19.23 | 2komentar

Pena ini lapar
Mencari kata yang ingin diperkosa
Pena ini mabuk
Di helai tipis sebuah kertas
Pena ini bingung
Menulis kata-kata tersirat
Yang semestinya dapat dipahami dan dimengerti
Coretan ini lemah, tak berarti


Mencari alas untuk merangkai
Mencari benang untuk dirajut
Anganku bisu tiada ujung
Bahasaku pilu tak tertata
Kata-kataku hilang entah kemana

Berharap bisa bersastra
Berharap bisa berpuisi
Mencari kalimat yang sesuai
Namun semu tulisan ini tiada arti

Berharap sebuah wawasan
Berharap pendidikan
Namun tiada setetes air dari laut ku dapat
Tiada Inspirasi yang kutemui
Hanya tulisan tak bermakna ini ku belajar
Hanya coretan ini ladang pendidikanku



By : cah ngebel

Kata kunci yang masuk :  Puisi, puisi pendidikan, tentang pendidikan,
 puisiku, kumpulan puisi 2012, puisi indah, puisi terbaru, puisi romantis,
puisi cinta, buisi buat kekasih, cara berpuisi, pendidikan itu puisi, telaga
ngebel, puisimu, ponorogo puisi

Pendidikan Itu Puisi Kehidupan

Trimuda Reog | 11.57 | 0 komentar

Pendidikan itu untuk hidup
Pendidikan adalah nyanyian nafas
Pendidikan itu kerangka kehidupan
Pendidikan itu sketsa nadi dan jiwa
Pendidikan itu jendela dunia

                        Beruntunglah kamu yang mengenyam pendidikan
                        Beruntunglah kamu yang saat ini belajar
                        Berbahagialah  kamu yang sedang menuntut ilmu
Berbungalah yang paham tentang pendidikan
Karena saat itulah malaikat memuliakanmu
Karena saat itulah Tuhan pengampunimu    

Tidakkah kita ingat betapa penting arti pendidikan?
Saat kita mulai terlahir di dunia
Saat kita mulai membuka mata
Saat kita mulai menangis
Saat kita mulai mengenal
Saat kita mulai merangkak
Saat kita mulai menyusu
Saat kita mulai mengeja ... Ayah ... Ibu
Saat kita mulai berjalan
Saat kita mulai remaja
Saat kita mulai dewasa
Saat kita mulai berkeluarga
Hingga . . . sampai ajal menyambut kita.
Saat itulah pendidikan menjadi puisi kita
Saat itulah pendidikan darah daging kita
Saat itulah pendidikan tak terpisahkan
Saat itu juga detak jantung kita diselimuti pendidikan

Masih ingatkah saat sang Tuhan menyeru rosul-Nya
Dia berfirman “bacalah”
Dia berfirman “bacalah”
Dia berfirman “bacalah”
Marilah kita baca apapun kebesaran-Nya
Marilah kita baca apapun kekuasaan-Nya dan ciptaan-Nya
Lalu kita praktekkan semua perintahnya dengan sepenuh jiwa
Agar kita bisa menjadikan sebuah pendidikan sebagai nafas hidup ini









 Writed in : Dermaga Telaga Ngebel Ponorogo
#Penulis sendiri bukan orang yang berpendidikan, akan tetapi berusaha untuk selalu belajar#

Daftar Kategori


close
cbox
 
Alamat: Talun | Ngebel | Ponorogo
Copyright © 2011. PUISI DAN PENDIDIKAN - All Rights Reserved
Template Modify by Cah Ngebel
Proudly powered by Blogger